Matthieu & Hera

a newlywed journal

Category: Travel

CARA MEMBUAT E-PASPOR (2017)

E-Paspor Indonesia cover
Halo semuanya, tanggal 22 Februari 2017 lalu saya mengurus pembuatan e-paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno Hatta. Saya pilih mengurus di Kanim sini karena KTP saya dari Banten dan saya lihat antriannya ga sebanyak di Kanim Jakarta Selatan.

Saya mengganti paspor lama yang berakhir di bulan Oktober 2017 dengan e-paspor karena pada saat itu saya berencana membuat visa long sejour Perancis. Jadi saya memerlukan paspor baru dan akhirnya memilih untuk buat e-paspor saja. Sebenarnya saat ini belum banyak manfaat dari e-paspor (selain visa free for two weeks to Japan and layanan autogate) tapi semoga ke depannya akan banyak manfaat lainnya.

Jadi ga perlu menunggu harus habis masa berlaku paspor lama atau 6 bulan sebelumnya untuk ganti ke e-paspor. Petugasnya bilang yang penting paspor lama udah pernah dicap.

Persyaratan membuat e-paspor dan paspor memerlukan dokumen yang sama, yang membedakannya adalah biaya. Biaya e-paspor saat pembuatan ini adalah Rp 655.000,-.

Dokumen yang diperlukan untuk pembuatan e-paspor :

  1. E-KTP dan Fotokopi
  2. Kartu Keluarga dan Fotokopi
  3. Akte Kelahiran atau Ijazah (nama harus sesuai dengan KTP) dan Fotokopi
  4. Paspor Lama dan Fotokopi bagian identitasnya

Untuk jaga-jaga sebaiknya membawa juga dokumen di bawah ini

  1. Buku nikah
  2. Surat rekomendasi dari perusahaan jika KTP bukan dari JKT/Banten dan bekerja di Jakarta/Banten. Jika tidak bekerja di sini bisa membawa surat domisili saat di Jakarta.

Semua difotokopi 1 lembar dan di ukuran A4 tanpa digunting ya. Jangan lupa bawa pulpen tinta hitam untuk mengisi formulir.

Untuk lebih jelasnya mengenai format fotokopi bisa lihat di sini: Contoh Format Fotokopi persyaratan Paspor

PROSES PERMOHONAN E-PASPOR

Saya berangkat dari rumah di Ciputat jam 05.15 pagi dengan kendaraan pribadi dan tiba di Kanim Soetta jam 06.10. Setibanya di sana sudah ada sekitar 30 orang lebih yang mengantri dan beruntung juga saya masih bisa duduk (ngemper) di depan pintu masuk. Tidak ada nomor antrian di sini, jadi posisi duduk/berdiri menentukan urutan masuk kita (kecuali Lansia dan bayi di bawah setahun). Saat jam 07.30 pintu masuk dibuka dan 2 petugas imigrasi membagikan map kuning yang berisi formulir seperti di bawah ini.

Formulir E-Paspor Soekarno Hatta

Jika sebelumnya sudah memiliki paspor maka bagian 1. PERMOHONAN dicentang pada kolom B. PENGGANTIAN (bukan diisi nomor).

Pukul 08.00 pintu dibuka dan pemohon Lansia serta bayi di bawah umur setahun yang mendapatkan prioritas masuk terlebih dahulu.

Pukul 09.00 saya mendapatkan nomor antrian 056 dan dicek kelengkapan berkas. Saat petugas mengecek berkas cukup cepat, ga nyampe semenit. Beberapa orang sebelumnya lumayan memakan waktu lama karena ada masalah di dokumen yang dibawa. Contohnya ktp difotokopi dan digunting sesuai ukuran KTP, tidak membawa surat nikah, nama di KTP berbeda dengan nama di Akte Kelahiran. Proses akan cepat jika dokumen lengkap, difotokopi sesuai format dan nama di semua dokumen yang diserahkan sama.

Antrian E-Paspor Kanim Soetta

Antrian rapi untuk dicek berkas dan mendapatkan nomor antrian wawancara, foto, dan sidik jari.

Antri wawancara E-paspor

Saat sudah mendapatkan nomor antrian bisa duduk untuk menunggu dipanggil masuk ke dalam ruangan untuk wawancara, pengambilan foto dan sidik jari.

Jam 09.45 saya dipersilahkan masuk ke ruangan untuk ambil foto, sidik jari dan wawancara. Pertanyaan yang diajukan cukup mudah, yaitu mau ke mana dan dalam rangka apa. Saya menjawab mau buat visa long sejour dan ikut suami. Proses di sini memakan waktu 15 menit, bisa kurang jika komputernya ga lemot untuk ngeprint data saya. Petugas akan menyerahkan kertas yang berisi nomor permohonan dan data lainnya. Kertas ini wajib dibawa saat pengambil e-paspor. E-Paspor bisa diambil dalam waktu 7 hari kerja. Jadi saya perlu kembali pada tanggal 3 maret 2017. Pengambilan paspor/e-paspor bisa diwakilkan dengan membawa dokumen seperti di bawah ini:

Pengambilan Paspor Bisa Diwakilkan

Keluar dari kantor imigrasi, saya jalan ke gedung sebelah untuk mencari bank dan melakukan pembayaran e-paspor. Ada Bank BRI dan Mandiri, tapi yang paling dekat BRI. Jadi saya bayar di sini dan pengisian form sambil dipandu Pak Satpam. Bukti pembayarannya juga harus disertakan saat pengambilan e-paspor.

Pembayaran Biaya Paspor Dapat Dilakukan di Seluruh Bank

Selesai membayar saya iseng untuk mengecek berapa banyak yang mengantri di kanim soetta dan kanim lainnya

Selama menunggu, setelah 3 hari kerja dari tanggal 22 Februari, saya selalu mengirim sms untuk memantau pembuatan paspor. Dan tepat di tanggal 3 maret 2017 pagi, paspor saya selesai.

Layanan SMS ini dinamakan SMS GATEWAY dan dikirimkan ke nomor 0812 1919 1847. Kalian bisa menanyakan tentang persyaratan paspor, biaya paspor, biaya e-paspor, info antrian dan status permohonan. Format penulisan SMSnya sebagai berikut.Brosur Layanan SMS Gateway Kantor Imigrasi Soekarno Hatta

PENGAMBILAN E-PASPOR

Loket pengambilan paspor dibuka dari jam 13.00 – 15.30. Pada tanggal 3 maret 2017 tersebut saya tiba pukul 14.00 dan sudah banyak sekali orang yang mengantri. Hanya ada satu petugas yang membagikan e-paspor/paspor yang sudah jadi dan sistemnya tidak rapi karena banyak yang datang lebih awal tapi dapatnya belakangan. Dan petugas juga mengumumkan bahwa tidak semua paspor/e-paspor bisa dibagikan di hari itu, jika tidak mau menunggu bisa kembali lagi hari senin pukul 10 pagi dan jika mau menunggu harus menulis nama di atas kertas. Sebagian berebutan untuk menulis nama dan sebagian pulang. Saya memilih menunggu karena harus kembali ke Denpasar hari minggu dan biaya transport bolak-balik Ciputat-Kanim pake Uber lumayan mahal. Akhirnya jam 5 tepat, e-paspor saya diberikan.

Bentuk Paspor Lama dan E-Paspor Indonesia

Bentuk Paspor lama saya (kiri) dan E-Paspor (kanan)

E-paspor halaman pertama

E-Paspor Indonesia halaman belakang

 

Ukuran e-paspor dan cover depan mirip Buku Nikah

Ukuran e-paspor dan cover depan mirip Buku Nikah (Garuda di dokumen negaraku, hehe…)

Perjuangan memang bikin e-paspor ini. Saya menghabiskan waktu 4 jam saat proses permohonan dan 3 jam saat pengambilan, di luar perjalanan dari Ciputat ke Kanim Soetta. Serta 9 hari (termasuk weekend) menunggu di Jakarta sampai e-paspor jadi. Belum ditambah biaya tiket pesawat Jakarta – Bali. Semoga manfaat e-paspor bisa sebanding dengan perjuangan membuatnya.

Terima kasih sudah membaca! 🙂

Saya juga buat videonya di YouTube channel kami, bisa ditonton di sini:

Explore Bali with UberTRIP

UberTRIP Bali Gathering

Uber is developing from a single trip service to a complete trip. The company launched this new service, called UberTRIP, on November 16th, 2016 in Bali.

As an Uber consumer, I was glad to receive their invitation to attend the Uber Gathering with others Bloggers and Instagrammers on November 17th, 2016 at Zia Hotel Petitenget. I and Matt have been using Uber service since last year and it has been a really helpful application. Most of the time, I use it for going to the airport or a meeting place when the weather is unfriendly. But it never crossed my mind to explore Bali with Uber. I really could not put a number on the price that this service would cost. But Uber answer this with UberTRIP.

What is UberTRIP?

UberTRIP is an expanding service from Uber. The purpose is to give you the opportunity to get a personal driver who would be able to accompany you for a long(er) trip, and not only bringing you from a point A to a point B. The trip is limited in time from 5 to 10 hours, but you can theoretically go as far as you want and make as many stops as you decide.

What is the difference between UberX and UberTRIP?

UberX only takes you to a single destination (from a point A to a point B) while UberTRIP can bring you to as many destinations as you like. The pricing system between the two services is also slightly different. Take a look at the two pictures below (available on Uber website), to understand the differences between the two fare calculation systems.

Read More

Waterfall Trip in North of Bali

Waterfall Trip in Bali

Waterfall Trip in Bali

There are many waterfalls in Bali, most of them are in Singaraja regency. It is a 3 hours trip from Ngurah Rai airport. Since we live in Denpasar, we went there by motorbike.

We did a two days trip (Saturday and Sunday) as it was more convenient to spend the night over there. On Saturday, we spent half of the day driving north, stopped mid-way for lunch and looked for an accommodation to spend the night. We ended up exploring our first waterfall late in the afternoon, around 16:00 PM.
The first waterfall we visited was located in Sambangan Village. They call it Sambangan Secret Garden but it is better known as Aling-Aling Waterfall, especially by local people. There are many waterfalls in this area but we decided to explore this particular one after hearing good reviews about it. If you look at Google, Instagram or Google Map, there will be many things you can explore with these keywords (Aling-Aling, Sambangan, Waterfall).

Read More

Ramadhan

This year, I successfully completed my second Ramadhan! It is a demanding experience, both for your body and mind. Because of the abstinence of food and other things, it taught me to not take anything for granted and to appreciate the little things…

This year, the month of Ramadhan happened during  the month of June and I wrote this article at different times along the way…

Read More

Things Different in France

Things Different in France

This time was my third time I visited France. Visiting France for Christmas festive was a different experience than my other visits. It filled with family gatherings, food, champagne, and gifts! It was the first time I received so many cadeaux, mostly about skincare, which is my current addiction.

In this post, I am not going tell how we spent our Christmas and New Year’s Eve because basically it was an intimate moment with other family members. Good time for me to get to know more member of C and K clans. Right now, I want to write about my experience and things I spotted that make my forehead or eyes get more wrinkle from pondering or laughing. Here they are…

Read More

Cara Mendapatkan Visa Court Séjour

visa circulation

Berhubung saya baru dapat visa court séjour (jangka pendek) ke Perancis buat liburan natal nanti, jadi saya akan tulis di sini gimana caranya. Karena kebanyakan informasi yang ada saat blogwalking adalah cara untuk ngedapetin visa long séjour (visa jangka panjang bagi yang akan menetap di Perancis).

Read More

Weekend Getaway: Gili Trawangan

Follow my blog with BloglovinWeekend Getaway: Gili Trawangan

We like to discover a new place so once a month we try to go somewhere we have never been. For this month, we decided to visit our friend, Flora, who just relocated to Senggigi, Lombok since this summer. This time, two other friends joined our trip, Nancy and Eni, for a weekend getaway.

Read More

Karangasem: The Beauty of East Bali

Karangasem Trip

Sidemen, Selat and Tianyar may sounds unfamiliar to you. Perhaps you heard about Candidasa, Amed and Tulamben, right? Yes, those areas I mentioned earlier are located in the same region of Bali called Karangasem. Karangasem has so many hidden gems that need to get exposed. We were lucky enough to explore them from 24 to 27 September 2015.

Read More

Finding Geger Beach

Geger Beach Nusa Dua

I heard about Geger Beach four years ago, when I arrived in April 2011 to explore the possibility to live in Bali. At that time I stayed at Nusa Dua Beach hotel where it is located on beach front of Nusa Dua, means every day I can just go to the private beach of the hotel. That’s exquisite beach, so I do not bother to explore other beaches.

Read More

Two days in Tana Toraja

Tana Toraja (Tator) is a unique travel destination, located in the South of Sulawesi, Indonesia. It is about 8 hours driving from Makassar airport. This mountainous region saw its touristic attendance increased in the early 2000s after the Bali bombing. Until today, Tator remains an alternative holiday destination, original, less crowded with magnificent landscapes. We had the chance to visit from July 19th to 21st, 2015.

Toraja scenery

breathtaking, isn’t it?

Read More

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén