Matthieu & Hera

a newlywed journal

[UPDATE] CARA MEMBUAT E-PASPOR (2017)

E-Paspor Indonesia cover

[UPDATE 22 AGUSTUS 2017]

Terhitung sejak 7 Agustus 2017 Kantor Imigrasi Soekarno Hatta dan beberapa Kanim lainnya tidak menerima antrian walk-in (datang langsung), jadi harus mendaftar dulu via website atau aplikasi. Panduan pendaftaran antrian online bisa dicek di link ini: http://soekarnohatta.imigrasi.go.id/?page=panduanantrianonline

Untuk pendaftaran Paspor via Whatsapp hanya bisa dilakukan di beberapa Kanim. Caranya  dengan mengetik data diri dengan format:

#NAMA#TanggalLahir#TanggalKedatangan.

Contoh #HERA#20081987#22082017

lalu kirim ke

Kantor Imigrasi BOGOR: 08 1111 00 333

Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat: 0812 9900 4406

Setelah terkirim, Kanim akan membalas pesan dalam bentuk barcode yang berisi kode booking. Sebaiknya datang satu jam sebelum jadwal yang telah diberi. Karena jika terlambat, kode booking akan hangus dan harus mendaftar ulang.

Kebetulan kemarin saya membantu mama dan adik untuk perpanjang paspornya, tetapi info untuk Kanim Soetta kurang jelas apakah untuk e-paspor juga diharuskan mendaftar online, karena ketika saya buat e-paspor harus walk-in. Jadi yang saya lakukan untuk mereka, saya daftarkan via website https://antrian.imigrasi.go.id/ pada tanggal 20 Agustus 2017, dan dapat jadwal antri paling cepat di tanggal 30 Agustus 2017 (padahal rencananya mau ke KL untuk idul adha, jadinya gagal deh buat mereka). Keesokan harinya, tanggal 21 Agustus 2017, jam 04.45 pagi kami berangkat ke Kanim Soetta dan disapa petugas keamanan dengan larangan untuk masuk karena tidak menerima pendaftaran walk-in. Di sisi pos keamanan, terdapat standing banner yang menginfokan tentang pendaftaran antrian online (lupa difoto). Namun petugas keamanan tidak memiliki informasi apakah e-paspor juga harus online. Akhirnya kami pulang dan kembali lagi tanggal 30 Agustus 2017 (tanpa saya bisa menemani karena saya kembali ke Bali).

Begitu dulu updatenya, semoga membantu. Untuk Kanim lain silahkan dicek di website masing-masing Kanim.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Halo semuanya, tanggal 22 Februari 2017 lalu saya mengurus pembuatan e-paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno Hatta. Saya pilih mengurus di Kanim sini karena KTP saya dari Banten dan saya lihat antriannya ga sebanyak di Kanim Jakarta Selatan.

Saya mengganti paspor lama yang berakhir di bulan Oktober 2017 dengan e-paspor karena pada saat itu saya berencana membuat visa long sejour Perancis. Jadi saya memerlukan paspor baru dan akhirnya memilih untuk buat e-paspor saja. Sebenarnya saat ini belum banyak manfaat dari e-paspor (selain visa free for two weeks to Japan and layanan autogate) tapi semoga ke depannya akan banyak manfaat lainnya.

Jadi ga perlu menunggu harus habis masa berlaku paspor lama atau 6 bulan sebelumnya untuk ganti ke e-paspor. Petugasnya bilang yang penting paspor lama udah pernah dicap.

Persyaratan membuat e-paspor dan paspor memerlukan dokumen yang sama, yang membedakannya adalah biaya. Biaya e-paspor saat pembuatan ini adalah Rp 655.000,-.

Dokumen yang diperlukan untuk pembuatan e-paspor :

  1. E-KTP dan Fotokopi
  2. Kartu Keluarga dan Fotokopi
  3. Akte Kelahiran atau Ijazah (nama harus sesuai dengan KTP) dan Fotokopi
  4. Paspor Lama dan Fotokopi bagian identitasnya

Untuk jaga-jaga sebaiknya membawa juga dokumen di bawah ini

  1. Buku nikah
  2. Surat rekomendasi dari perusahaan jika KTP bukan dari JKT/Banten dan bekerja di Jakarta/Banten. Jika tidak bekerja di sini bisa membawa surat domisili saat di Jakarta.

Semua difotokopi 1 lembar dan di ukuran A4 tanpa digunting ya. Jangan lupa bawa pulpen tinta hitam untuk mengisi formulir.

Untuk lebih jelasnya mengenai format fotokopi bisa lihat di sini: Contoh Format Fotokopi persyaratan Paspor

PROSES PERMOHONAN E-PASPOR

Saya berangkat dari rumah di Ciputat jam 05.15 pagi dengan kendaraan pribadi dan tiba di Kanim Soetta jam 06.10. Setibanya di sana sudah ada sekitar 30 orang lebih yang mengantri dan beruntung juga saya masih bisa duduk (ngemper) di depan pintu masuk. Tidak ada nomor antrian di sini, jadi posisi duduk/berdiri menentukan urutan masuk kita (kecuali Lansia dan bayi di bawah setahun). Saat jam 07.30 pintu masuk dibuka dan 2 petugas imigrasi membagikan map kuning yang berisi formulir seperti di bawah ini.

Formulir E-Paspor Soekarno Hatta

Jika sebelumnya sudah memiliki paspor maka bagian 1. PERMOHONAN dicentang pada kolom B. PENGGANTIAN (bukan diisi nomor).

Pukul 08.00 pintu dibuka dan pemohon Lansia serta bayi di bawah umur setahun yang mendapatkan prioritas masuk terlebih dahulu.

Pukul 09.00 saya mendapatkan nomor antrian 056 dan dicek kelengkapan berkas. Saat petugas mengecek berkas cukup cepat, ga nyampe semenit. Beberapa orang sebelumnya lumayan memakan waktu lama karena ada masalah di dokumen yang dibawa. Contohnya ktp difotokopi dan digunting sesuai ukuran KTP, tidak membawa surat nikah, nama di KTP berbeda dengan nama di Akte Kelahiran. Proses akan cepat jika dokumen lengkap, difotokopi sesuai format dan nama di semua dokumen yang diserahkan sama.

Antrian E-Paspor Kanim Soetta

Antrian rapi untuk dicek berkas dan mendapatkan nomor antrian wawancara, foto, dan sidik jari.

Antri wawancara E-paspor

Saat sudah mendapatkan nomor antrian bisa duduk untuk menunggu dipanggil masuk ke dalam ruangan untuk wawancara, pengambilan foto dan sidik jari.

Jam 09.45 saya dipersilahkan masuk ke ruangan untuk ambil foto, sidik jari dan wawancara. Pertanyaan yang diajukan cukup mudah, yaitu mau ke mana dan dalam rangka apa. Saya menjawab mau buat visa long sejour dan ikut suami. Proses di sini memakan waktu 15 menit, bisa kurang jika komputernya ga lemot untuk ngeprint data saya. Petugas akan menyerahkan kertas yang berisi nomor permohonan dan data lainnya. Kertas ini wajib dibawa saat pengambil e-paspor. E-Paspor bisa diambil dalam waktu 7 hari kerja. Jadi saya perlu kembali pada tanggal 3 maret 2017. Pengambilan paspor/e-paspor bisa diwakilkan dengan membawa dokumen seperti di bawah ini:

Pengambilan Paspor Bisa Diwakilkan

Keluar dari kantor imigrasi, saya jalan ke gedung sebelah untuk mencari bank dan melakukan pembayaran e-paspor. Ada Bank BRI dan Mandiri, tapi yang paling dekat BRI. Jadi saya bayar di sini dan pengisian form sambil dipandu Pak Satpam. Bukti pembayarannya juga harus disertakan saat pengambilan e-paspor.

Pembayaran Biaya Paspor Dapat Dilakukan di Seluruh Bank

Selesai membayar saya iseng untuk mengecek berapa banyak yang mengantri di kanim soetta dan kanim lainnya

Selama menunggu, setelah 3 hari kerja dari tanggal 22 Februari, saya selalu mengirim sms untuk memantau pembuatan paspor. Dan tepat di tanggal 3 maret 2017 pagi, paspor saya selesai.

Layanan SMS ini dinamakan SMS GATEWAY dan dikirimkan ke nomor 0812 1919 1847. Kalian bisa menanyakan tentang persyaratan paspor, biaya paspor, biaya e-paspor, info antrian dan status permohonan. Format penulisan SMSnya sebagai berikut.Brosur Layanan SMS Gateway Kantor Imigrasi Soekarno Hatta

PENGAMBILAN E-PASPOR

Loket pengambilan paspor dibuka dari jam 13.00 – 15.30. Pada tanggal 3 maret 2017 tersebut saya tiba pukul 14.00 dan sudah banyak sekali orang yang mengantri. Hanya ada satu petugas yang membagikan e-paspor/paspor yang sudah jadi dan sistemnya tidak rapi karena banyak yang datang lebih awal tapi dapatnya belakangan. Dan petugas juga mengumumkan bahwa tidak semua paspor/e-paspor bisa dibagikan di hari itu, jika tidak mau menunggu bisa kembali lagi hari senin pukul 10 pagi dan jika mau menunggu harus menulis nama di atas kertas. Sebagian berebutan untuk menulis nama dan sebagian pulang. Saya memilih menunggu karena harus kembali ke Denpasar hari minggu dan biaya transport bolak-balik Ciputat-Kanim pake Uber lumayan mahal. Akhirnya jam 5 tepat, e-paspor saya diberikan.

Bentuk Paspor Lama dan E-Paspor Indonesia

Bentuk Paspor lama saya (kiri) dan E-Paspor (kanan)

E-paspor halaman pertama

E-Paspor Indonesia halaman belakang

 

Ukuran e-paspor dan cover depan mirip Buku Nikah

Ukuran e-paspor dan cover depan mirip Buku Nikah (Garuda di dokumen negaraku, hehe…)

Perjuangan memang bikin e-paspor ini. Saya menghabiskan waktu 4 jam saat proses permohonan dan 3 jam saat pengambilan, di luar perjalanan dari Ciputat ke Kanim Soetta. Serta 9 hari (termasuk weekend) menunggu di Jakarta sampai e-paspor jadi. Belum ditambah biaya tiket pesawat Jakarta – Bali. Semoga manfaat e-paspor bisa sebanding dengan perjuangan membuatnya.

Terima kasih sudah membaca! 🙂

Saya juga buat videonya di YouTube channel kami, bisa ditonton di sini:

MATTHERA CHANNEL (It’s not a blog, it’s not a vid, it is a Vlog!)

Hello, hello! A couple of weeks ago, Hera and I decided to start a Vlog. A what?! That is the reaction that a lot of people would have…So what is our Vlog?

First, we started this blog (matthera.com) to tell our stories and adventures and share our experiences, about different topics and aspects of our life (travel, food, life experiences, beauty, etc.). With a blog, we have the possibility to write about facts, food, products, and journey that we already experienced, once we are home and have access to our laptops. We talk about something that happened in the “past”.

With a VLOG, we can share our experiences as we live it! As we, or friends, film us during the facts, viewers can enjoy the experience we are living and be part of it.

We started our first Vlog with a volunteering experience in Jimbaran, as part of the Starkey “So Indonesia May Hear” mission. We ended up volunteering as a translator. For this event, “translators” were needed to explain to the beneficiary how to use the hearing device that they were going to receive. Hera and I proposed to be part of it.

During two days, we contributed to the installation of almost 700 devices, for children as well as for adults. It was a splendid experience to see a big smile coming from the beneficiary, especially children, who could hear for the first time! A lot of good energy for sure! And a very inspiring motivation from all the persons joining this mission, most of them during a weekend of their holidays in Bali. To see how it goes, you can check the video here: WEEKEND VLOG #1

faith-in-humanity-restored

For our second video, we decided to finally do the Samyang Challenge! Hera has been telling me about this for a while now and I have been postponing until today! But no escaping anymore! The challenge is quite easy, in principle: you have to cook Samyang noodles and try to finish it before your challenger. The only difficulty, it is quite spicy!!

Please show some love to our new channel by click LIKE, COMMENT, and SHARE to the video we post and SUBSCRIBE our channel since there will be a new video every week.

Follow our adventure on MATTHERA CHANNEL.

Testerkorea Haul #1 (Bahasa Indonesia)

Di tahun 2016 ini saya sering sekali belanja beauty stuff dan hampir 90% via online.  Kebanyakan saya belanja dari website luar, biasanya ga langsung dikirim ke Indonesia tapi ke rumah teman yang di Eropa dan mereka mau ke Bali. Ada juga yang dikirim langsung ke rumah seperti belanja di online shop Korea karena biaya pengirimannya lebih murah ke sini. Salah satunya dari website Testerkorea.com ini. Sesuai namanya, Testerkorea ini berasal dari Korea Selatan dan menjual beauty dan fashion stuff. Saya ga pernah masuk ke section fashion, hanya ubek-ubek di bagian beauty. Di blog post ini adalah keempat kalinya saya belanja di sini, tapi di bagian judul saya kasih #1 karena baru pertama kali ditulis. Berikut The Good and The Bad belanja di sini.

Read More

Cara Belanja di Testerkorea

Cara belanja di Testerkorea

Setelah baca post tentang Testerkorea Haul ini mungkin ada yang tertarik untuk nyoba belanja juga. Di sini saya akan bahas step-by-step ya tapi perlu saya sebutkan di awal, saya selalu menggunakan kartu kredit berlogo visa untuk melakukan pembayaran, jadi di luar ini saya belum pernah coba. Untuk metode pengirimannya saya pilih menggunakan rincos (dulunya e-cargo) dan beruntung selama ini selalu langsung diantar ke rumah tanpa ada isu apapun. Langsung aja caranya di bawah ini:

  1. Buka website dan lakukan registrasi (klik di pojok kanan atas). Isi data diri dan zona waktu yang sesuai dengan kota kamu berada.

Read More

Explore Bali with UberTRIP

UberTRIP Bali Gathering

Uber is developing from a single trip service to a complete trip. The company launched this new service, called UberTRIP, on November 16th, 2016 in Bali.

As an Uber consumer, I was glad to receive their invitation to attend the Uber Gathering with others Bloggers and Instagrammers on November 17th, 2016 at Zia Hotel Petitenget. I and Matt have been using Uber service since last year and it has been a really helpful application. Most of the time, I use it for going to the airport or a meeting place when the weather is unfriendly. But it never crossed my mind to explore Bali with Uber. I really could not put a number on the price that this service would cost. But Uber answer this with UberTRIP.

What is UberTRIP?

UberTRIP is an expanding service from Uber. The purpose is to give you the opportunity to get a personal driver who would be able to accompany you for a long(er) trip, and not only bringing you from a point A to a point B. The trip is limited in time from 5 to 10 hours, but you can theoretically go as far as you want and make as many stops as you decide.

What is the difference between UberX and UberTRIP?

UberX only takes you to a single destination (from a point A to a point B) while UberTRIP can bring you to as many destinations as you like. The pricing system between the two services is also slightly different. Take a look at the two pictures below (available on Uber website), to understand the differences between the two fare calculation systems.

Read More

Gouter: Churros in Bali

I want Churros

Welcome to our Gouter rubrique!

For the first post, we bring you to Churros La Fonda. You read it right, you can have Churros in Bali. As you may know, Bali is famous with its rice paddies, Churros La Fonda takes this chance to offer local and foreign resident to enjoy Churros with a view of lush rice paddies.

Read More

BIWA Bazaar 2016

BIWA Bazaar

our stand at BIWA Bazaar

Hari Minggu tanggal 30 Oktober 2016 kami ikut berpartisipasi di BIWA Bazaar 2016. Bazaar ini diadakan setahun sekali dan dana registrasi yang terkumpul akan digunakan untuk kegiatan charity organisasi BIWA sendiri. Menyesal di tahun-tahun sebelumnya kami ga pernah datang. Tahun ini kami mendaftar jadi salah satu vendornya. Trus jualan apa di sana? Pas banget memang timingnya karena saya baru selesai produksi baju pantai dengan ornamen tassel dan pom-pom, jadi kami jual baju pantai ini. Tadinya mau nambahin jual preloved dress dan buku tapi jadi ga fokus sama niche.
Jadi bajunya sudah selesai diproduksi awal Oktober, kemudian saya langsung menghubungi panitia BIWA via telpon. Nanti saya cantumkan di bawah kontaknya jika kalian ingin ikut berpartisipasi tahun depan. Biaya pendaftarannya sendiri IDR 350.000 (sepertinya tiap tahun harganya berbeda). Dengan biaya ini kami dapat meja ukuran 180 cm x 60 cm, dua buah kursi, dan taplak meja. Jika perlu aliran listrik bisa didapatkan dengan tambahan biaya IDR 200.000, tapi kami ga pakai. Acaranya sendiri di lapangan parkir Lottermart di Jalan ByPass yang ke arah Sanur. Tema tahun ini yang diusung adalah Say No To Plastic, Bring Your Own Shopping Bag. Jadi diharapkan para vendor ga memberikan tas plastik. Akhirnya kami buat tas kertas coklat polos dengan tali pegangan warna kuning, karena akhir-akhir ini saya lagi suka warna kuning.

Read More

A Fresh Start with Antipodes Skincare

Antipodes Skincare

Antipodes Skincare

Antipodes is a certified organic and premium natural skincare brand based in New Zealand and is the first natural skincare brand that I discovered. Even if it was not love at the first use between us, I bought a few products from them and plan to continue doing so. If you want to know my thoughts about their products, keep on reading!

Read More

Waterfall Trip in North of Bali

Waterfall Trip in Bali

Waterfall Trip in Bali

There are many waterfalls in Bali, most of them are in Singaraja regency. It is a 3 hours trip from Ngurah Rai airport. Since we live in Denpasar, we went there by motorbike.

We did a two days trip (Saturday and Sunday) as it was more convenient to spend the night over there. On Saturday, we spent half of the day driving north, stopped mid-way for lunch and looked for an accommodation to spend the night. We ended up exploring our first waterfall late in the afternoon, around 16:00 PM.
The first waterfall we visited was located in Sambangan Village. They call it Sambangan Secret Garden but it is better known as Aling-Aling Waterfall, especially by local people. There are many waterfalls in this area but we decided to explore this particular one after hearing good reviews about it. If you look at Google, Instagram or Google Map, there will be many things you can explore with these keywords (Aling-Aling, Sambangan, Waterfall).

Read More

Ramadhan

This year, I successfully completed my second Ramadhan! It is a demanding experience, both for your body and mind. Because of the abstinence of food and other things, it taught me to not take anything for granted and to appreciate the little things…

This year, the month of Ramadhan happened during  the month of June and I wrote this article at different times along the way…

Read More

Page 1 of 4

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén